Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 November 2013

Aten UC-232A USB to Serial di Mac OSX 10.7 Lion usb-to-serial

usb-to-serialSetelah upgrade OS dari 10.6 Snow Leopard ke 10.7 Lion, ternyata USB to Serial Adapter yang biasa saya pakai -Aten- tidak dikenali di Macbook 2009 yang saya gunakan sehari-hari. Mengingat tidak ada official "driver" untuk Aten di Lion, maka sesuai dengan saran banyak orang berdasarkan pencarian singkat di Google, jadilah saya gunakan kext Prolific untuk kemudian ditambahkan Vendor ID dan Product ID-nya Aten UC-232A. Pertama, kita harus cari tahu dulu berapa Vendor ID dan Product ID adapter Aten yang kita pakai. Ada banyak cara, misalnya menggunakan USB Prober yang sepaket dengan Xcode. Kebetulan sebelumnya USB to Serial Adapter ini berjalan normal ketika masih di OSX SL (10.6), maka cukup saya copy saja Vendor dan Product ID dari file Info.plist di kext Aten.
Sebagai root, buka filenya dengan text editor, misalnya nano:
Eve:root root# nano /System/Library/Extensions/UC-232AC.kext/Contents/Info.plist
Berikut contoh Vendor ID dan Product ID dari file tersebut:
<key>0557_2008</key>
<dict>
.....bla bla bla...
<key>idProduct</key>
<integer>8200</integer>
<key>idVendor</key>
<integer>1367</integer>
</dict>
Untuk memulai instalasi, sebelumnya delete atau rename dulu file UC-232AC.kext agar nantinya tidak bentrok dengan kext Prolific yang sudah kita edit.
Eve:root root# mv /System/Library/Extensions/UC-232AC.kext/ /System/Library/Extensions/UC-232AC.kext.RENAME
Install driver Prolific (atau bisa download dari sini) seperti biasa, lalu restart mac (optional). Setelah driver Prolific terinstall, buka file UC-232AC.kext.RENAME/Contents/Info.plist, copy beberapa baris berikut:
<key>0557_2008</key>
<dict>
<key>CFBundleIdentifier</key>
<string>com.aten.driver.PL2303</string>
<key>IOClass</key>
<string>com_aten_driver_PL2303</string>
<key>IOProviderClass</key>
<string>IOUSBInterface</string>
<key>bConfigurationValue</key>
<integer>1</integer>
<key>bInterfaceNumber</key>
<integer>0</integer>
<key>idProduct</key>
<integer>8200</integer>
<key>idVendor</key>
<integer>1367</integer>
</dict>

Instalasi Third-Party Transceiver Module (SFP) pada Router / Switch Cisco Cisco SFP Transceiver

Cisco SFP Transceiver

Cisco SFP Transceiver
Instalasi third-party transceiver module (non-Cisco SFP) sebenarnya bisa. Namun pada kondisi default, perangkat Cisco (router, switch, dll) hanya mau dipadukan dengan SFP/GBIC (Gigabit Interface Converter) ber-merk Cisco ataupun yang sudah berlisensi Cisco-supported saja. Selain masalah komersial, hal ini tentu saja untuk mencegah timbulnya problem pada perangkat yang diakibatkan oleh penggunaan gbic module (SFP) abal-abal.
Namun ada kalanya kita perlu menggunakan transceiver merk lain (third-party), misalnya karena masalah stok (availability) maupun karena berat di ongkos (irit mode = on) hehehe.
Berikut error yang akan keluar jika SFP yang digunakan tidak didukung oleh Cisco:
000635: *Nov  9 14:24:51.535 WIB: %TRANSCEIVER-DFC1-6-INSERTED: transceiver module inserted in GigabitEthernet1/13
000636: *Nov  9 14:24:52.903 WIB: %TRANSCEIVER-DFC1-3-NOT_SUPPORTED: Detected for transceiver module in GigabitEthernet1/13, module disabled
000637: *Nov  9 14:24:52.923 WIB: %CONST_DIAG-SP-3-BOOTUP_TEST_FAIL: Module 1: TestTransceiverIntegrity failed on port(s) 13
000638: *Nov  9 14:24:52.923 WIB: %PM_SCP-SP-3-TRANSCEIVER_UNSUPPORTED: Unsupported transceiver in LAN port 1/13

Bagaimana caranya agar gbic/SFP third-party tersebut dapat digunakan di router/switch Cisco kita? Gunakan perintah ini pada CLI :
Router(config)# service unsupported-transceiver
Sebelumnya, pastikan perangkat third-party yang digunakan berfungsi dengan baik, karena jika ada kerusakan tentunya akan mempengaruhi support dan warranty produk Cisco ybs (jika perangkat kita masih dalam masa garansi), seperti yang dijelaskan oleh Cisco sesaat setelah kita mengaktifkan service tersebut :
Warning: When Cisco determines that a fault or defect can be traced to the use of third-party transceivers installed by a customer or reseller, then, at Cisco’s discretion, Cisco may withhold support under warranty or a Cisco support program. In the course of providing support for a Cisco networking product Cisco may require that the end user install Cisco transceivers if Cisco determines that removing third-party parts will assist Cisco in diagnosing the cause of a support issue.

Tiga Langkah Mudah VRF-Lite Sederhana Tanpa BGP

VRF-lite adalah fitur yang memungkinkan sebuah perangkat jaringan untuk dapat mendukung 2 atau lebih VPN, di mana VPN-VPN tersebut menggunakan IP yang saling tumpang tindih. VRF-lite menggunakan interface untuk membedakan rute/routing pada VPN yang berbeda dan membuat tabel forwarding virtual dengan mengasosiasikan satu atau lebih interface L3 di setiap VRF. Selain bisa menggunakan interface/port fisik (misalnya Ethernet), VRF juga bisa diasosiasikan dengan interface virtual/logical, misalnya Loopback. Namun perlu diingat bahwa 1 interface hanya bisa diasosiasikan dengan 1 VRF, walaupun 1 VRF bisa diasosiasikan dengan banyak interface.
VRF-Lite
Menggunakan VRF-lite, beberapa jaringan -dalam hal ini VPN- dapat berbagi dengan hanya menggunakan 1 CE, dan hanya dibutuhkan 1 jalur fisik untuk terhubung ke PE. CE yang digunakan tersebut dapat menjalankan banyak tabel VRF yang terpisah untuk tiap VPN dan mengirimkan paket ke setiap VPN berdasarkan routing table masing-masing. Dengan demikian, VRF-lite bisa digunakan sebagai perpanjangan tangan PE untuk menjangkau jaringan VPN di bawahnya dengan lebih jauh lagi.
Sebagai standar yang terbuka, VRF-Lite pada dasarnya bisa diaplikasikan di semua perangkat yang mendukung. Namun, kali ini penulis hanya akan membahas konfigurasi di perangkat jaringan Cisco, dengan perintah yang kurang lebih mirip dengan perangkat bermerk lain. Sebagai bahan, digunakan perangkat jaringan berupa L3 Switch Cisco ME-3400 dengan IOS ME340x-METROIPACCESSK9-M 12.2(58).

Banyak Cara Menuju ROMMON serial hyperterminal

serial hyperterminal
konfigurasi serial di hyperterminal
ROMMON adalah program kecil multifungsi yang diletakkan pada bootloader perangkat jaringan Cisco, misalnya switch atau router. Selain sering digunakan dalam proses password recovery, juga banyak digunakan sebagai solusi untuk mengatasi masalah di sistem operasi atau firmware (IOS) perangkat.
Dalam kondisi normal, mode ROMMON dapat dimasuki secara mudah dengan menahan tombol Ctrl dan Break secara bersamaan selama beberapa detik, sesaat setelah router atau switch Cisco dinyalakan. Namun, pada kenyataan selalu banyak hal yang mungkin terjadi di lapangan, misalnya tombol Break tak berfungsi, keyboard laptop/notebook yang digunakan tidak memiliki tombol Break, atau bahkan ada command "no password-recovery" di configuration. Lalu bagaimana cara masuk ROMMON jika sudah begini?
Sedikitnya ada 2 cara yang diketahui penulis, yaitu:
CARA PERTAMA, LEPASKAN FLASH MEMORY
  1. Matikan perangkat (router atau switch) yang diperlukan
  2. Lepas kepingan Flash Memory dari perangkat
  3. Nyalakan seperti biasa
  4. Router atau switch Cisco tersebut akan error karena tidak menemukan Flash Memory, sehingga masuk ke mode ROMMON
  5. Pasang kembali kepingan Flash Memory, lalu selesaikan konfigurasi di ROMMON

Cara Mudah Pindah Server dan Migrasi Cacti

Beberapa minggu lalu salah seorang client mengalami masalah dengan Server Cactinya, yang kebetulan dulu instalasinya saya bantu. Karena pusing dan sebelumnya masih menggunakan server virtual dengan VMWare, sang client meminta saya untuk sekalian memindahkan cactinya ke server yang baru saja dibelinya, sehingga untuk selanjutnya cacti tidak lagi berjalan di server virtual. Sebenarnya cacti tidak masalah jika diinstall di server virtual. Selain memang SNMP tidak membutuhkan resource besar, aplikasi Web Server yang digunakan pun saya lihat masih bisa dihandle dengan baik oleh VMWare karena CPU dan memory usage masih terhitung kecil. Berbeda dengan webserver untuk hosting yang memerlukan hardware dahsyat, webserver untuk cacti di Internet Service Provider (ISP) seperti client saya wajar jika tidak memakan banyak resource karena memang yang mengakses webnya hanya tim NOC yang jumlahnya segitu-segitu saja.
Seharusnya semua langkah berikut cocok digunakan di distro manapun. Kebetulan server lama menggunakan Debian 5 (Lenny) dan server baru akan menggunakan Ubuntu Server 10.04 LTS (Lucid Lynx), namun teman yang ber-RHEL juga melalui langkah yang sama kok. Berbekal masukan dari beberapa teman mengenai migrasi Cacti, sebenarnya mudah kok. Secara garis besar hanya ada 4 tahap:
  1. Instalasi cacti di server baru
  2. Matikan poller (matikan cacti) di kedua server
  3. Dump database dan file-file RRD di server lama
  4. Restore database dan file-file RRD di server baru
  5. Aktifkan poller (aktifkan cacti kembali) di server baru
  6. Aktivasi cacti di server baru via web browser dengan mode Upgrade
Oh ternyata ada 6 tahapan ya, hehehehe. Terlihat susah? Mudah kok sebenarnya. Mari kita mulai dari langkah pertama, silakan ikuti langkah-langkah instalasi server cacti di tulisan saya sebelumnya : Instalasi Cacti Paling Mudah dengan Distro Ubuntu
Kelar instalasi, segera matikan cacti di kedua server agar database dan RRD tidak corrupt selama proses pemindahan. Caranya dengan menambahkan tanda pagar/tagar ( # ) di depan baris perintah poller dalam file /etc/cron.d/cacti
Sebelumnya : */5 * * * * www-data php /usr/share/cacti/site/poller.php >/dev/null 2>/var/log/cacti/poller-error.log
Ubah jadi : # */5 * * * * www-data php /usr/share/cacti/site/poller.php >/dev/null 2>/var/log/cacti/poller-error.log

Cacti Paling Mudah dengan Distro Ubuntu

Cacti merupakan salah satu tool populer yang digunakan secara luas untuk mendukung network management yang efektif dan efisien. Tidak hanya mampu memonitor besarnya traffic atau lalu lintas data dalam jaringan, namun juga memiliki kemampuan untuk mengambil data-data penting lainnya melalui SNMP, antara lain CPU dan memory usage.
Cacti Monitoring Tool
Sulitkah implementasinya? Hmm, mudah kok. Bahkan untuk yang baru mengenal sitem operasi Linux sekalipun, normalnya tidak akan  mengalami kesulitan berarti. Apalagi distro Linux yang digunakan kali ini merupakan distro paling populer dan terkenal paling mudah pengoperasiannya.
Dalam tutorial kali ini, saya menggunakan Ubuntu 10.04 LTS alias Lucid Lynx. Untuk implementasinya, silakan menggunakan Ubuntu versi berapa saja, normalnya semua proses instalasi akan sama kok :)
Langkah pertama, pastikan mesin atau komputer yang digunakan sudah terinstall Ubuntu Server dan dilengkapi Apache, MySQL, dan PHP. Instalasi LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP) silakan ikuti petunjuk langkah demi langkah di link berikut.
Jika LAMP sudah terinstal sebelumnya, mulailah dengan menginstal paket sbb:
sudo apt-get install php5
sudo apt-get install php5-gd
sudo apt-get install php5-mysql

Kemudian dilanjutkan dengan install package cacti-spine
sudo apt-get install cacti-spine
Selama proses instalasi, beberapa kali akan muncul popup dengan beberapa pertanyaan dan konfirmasi, antara lain sebagai berikut :
1. Warning atau peringatan mengenai konfigurasi adodb --> Tekan Enter / OK
2. Pertanyaan mengenai web server yang digunakan --> Dalam kasus ini pilih Apache2
3. Persetujuan mengenai konfigurasi database --> Pilih OK / Yes
4. Permintaan untuk memasukkan root password MySQL yang diset ketika instalasi LAMP sebelumnya
5. Permintaan untuk memasukkan password user cacti, dilakukan 2 kali untuk verifikasi

Selesai, kini aplikasi cacti sudah terinstall dengan manis di server, tinggal mengaktifkannya melalui browser.
1. Arahkan browser ke IP / URL server cacti yang baru saja diinstall, misalnya http://10.10.10.10/cacti
2. Akan keluar semacam wizard yang akan menuntun pengguna. Ini tinggal klik Next - Next - Finish saja. Perlu diperhatikan jika pada langkah ketiga (sebelum klik Finish) ada kotak yang ditandai dengan tulisan warna merah, berarti cacti tidak terinstall dengan sempurna, sehingga instalasi harus diulangi.
3. Setelah klik finish, akan muncul halaman login. Masukkan username dan password admin cacti. Karena ini merupakan pertama kalinya user admin login melalui web browser, maka aplikasi akan meminta user atau pengguna untuk mengganti passwordnya demi alasan keamanan.
4. Jika berhasil login, cek konfigurasi cacti agar sesuai dengan kebutuhan kita. Masuk ke CONSOLE - SETTINGS - PATHS lalu pastikan tidak ada tulisan ERROR satu pun.
5. Masuk ke tab POLLER di CONSOLE - SETTINGS, lalu ganti pilihan POLLER TYPE dari defaultnya cmd.php menjadi spine.
6. Jangan lupa untuk klik SAVE CHANGES setiap selesai melakukan perubahan setting.
Kini aplikasi cacti di server sudah bisa digunakan sepenuhnya.
SELESAI. Mudah kan :)

Macam-macam Jaringan Komputer

Macam-macam Jaringan Komputer – Seperti kita ketahui bersama, jaringan komputer merupakan sebuah jaringan yang menghubungkan satu perangkat komputer ke perangkat yang lain untuk berbagi informasi umum maupun data penting dalam rangka koordinasi kegiatan perusahaan. Sementara itu, ada beberapa jenis atau macam daripada jaringan komputer. Untuk lebih jelasnya marilah kita simak ulasan berikut ini.

Macam Jaringan Komputer

Macam Jaringan Komputer
LAN (Local Area Network)
Jaringan ini memiliki lokasi jangkauan yang hanya 100 meter. Disebut juga jaringan yang khas dengan perusahaan, di mana di dalam perusahaan yang menggunakan jaringan LAN memanfaatkan fasilitas ini untuk berbagi data rahasia.
MAN (Metropolitan Area Network)
Lebih besar jangkauannya daripada jaringan LAN, yakni maksimal 10 s.d. 50 kilometer. Biasanya, jaringan MAN digunakan oleh perusahaan yang memiliki beberapa cabang namun cabang tersebut masih di dalam satu kota.
WAN (Wide Area Network)
Jaringan WAN yakni jaringan komputer yang memiliki jangkauan antarbenua, dengan melewati batas geografis negara dan milik umum.
Internet (Interconnected Network)
Internet yaitu jaringan komputer yang memiliki jangkauan hingga seluruh pelosok di dunia ini. Seringkali dimanfaatkan untuk berbagi informasi secara global meliputi pendidikan, hiburan, teknologi, dan lain sebagainya.
Wireless
Jaringan ini merupakan yang paling praktis karena tidak membutuhkan kabel. Di mana di dalam pengoperasiannya hanya mengandalkan teknologi radio (frekuensi). Disebut juga jaringan WLAN (Wireless Local Area Network) atau Wi-Fi.
Demikianlah beberapa ulasan penting mengenai macam-macam Jaringan Komputer. Penulis berharap Anda dapat mengerti betul apa itu klasifikasi rinci macam-macam jaringan komputer.

Rabu, 13 November 2013

Asus WL-330NUL

Ringkas dengan Empat Fungsi
Makin banyak orang yang ingin tetap terhubung ke internet walaupun sedang beraktivitas. Karena itu, keberadaan jaringan di mana saja diperlukan oleh sebagian besar orang untuk mempermudah proses pertukaran data dan kolaborasi pekerjaannya.

Untuk memenuhi kebutuhan semacam itu, perangkat jaringan portabel seperti Asus WL-330NUL ini bisa dijadikan sebuah pilihan yang menarik. Asus WL-330NUL ini adalah sebuah perangkat wireless router portabel yang berukuran sangat ringkas. Bentuk dan ukurannya menyerupai sebuah USB flash disk. Namun, sebagai wireless router portabel, Asus WL-330NUL ini tidak memiliki baterai sebagai sumber dayanya. Wireless router ini tetap membutuhkan sumber daya eksternal. Oleh karena itu, Asus WL-330NUL ini juga dilengkapi dengan sebuah port USB, sehingga Anda bisa menggunakan charger ponsel atau bahkan power bank untuk memasok dayanya. Kabel USB yang pendek ini juga terintegrasi dengan wireless router sehingga Anda tak perlu takut kehilangan kabelnya karena tercecer.
Asus WL-330NUL ini mendukung koneksi nirkabel dengan standar 802.11b, 802.11g, dan 802.11n. Wireless router ini memiliki sejumlah fungsi (selain fungsi utamanya sebagai wireless router memanfaatkan port LAN yang dimilikinya). Saat wireless router ini tidak dipasangi kabel LAN, modus operasinya otomatis berubah menjadi hotspot sharing yang mendeteksi koneksi nirkabel yang tersedia di sekitarnya. Selain itu, Asus WL-330NUL ini juga bisa digunakan sebagai network adapter, baik via kabel atau nirkabel, memanfaatkan port USB yang ada. Tentu saja, Anda tidak perlu melakukan instalasi driver terlebih dahulu agar perangkat ini dapat dikenali sebagai network adapter. Dengan begitu, Asus WL-330NUL ini juga bisa menjadi port alternatif LAN bagi sejumlah ultrabook yang tidak menyediakan port LAN standar. Sayang, Anda tak bisa mengombinasikan wireless router portabel ini dengan modem USB (untuk memanfaatkan koneksi GSM atau CDMA sebagai koneksi internet). Slot kartu SIM pun tak hadir pada perangkat ini.
Selain driver, Asus WL-330NUL ini juga menyediakan sebuah aplikasi utiliti untuk membantu penggunanya terhubung ke jaringan dan internet. Namun kalau Anda tidak ingin melakukan instalasi apapun, Anda juga tetap dapat melakukan konfigurasi melalui panel kontrol web yang ada. Untuk mengaksesnya, Anda perlu memperhatikan password standar SSID yang tertera pada badan wireless router ini. Pada panel kontrolnya pun, tak banyak konfigurasi yang bisa dilakukan. Anda bisa mengatur konfigurasi jaringan dan memilih jaringan yang akan digunakan kalau Anda menggunakanya sebagai wireless hotspot sharing. Minimnya konfigurasi yang ada pada Asus WL-330NUL ini bisa dimaklumi mengingat posisinya sebagai perangkat portabel yang tak terlalu membutuhkan banyak konfigurasi.
Wireless router ini mampu memberikan kinerja yang cukup baik untuk memenuhi kebutuhan di jaringan kecil. Daya pancar sinyalnya juga cukup besar.
****